Thursday, 19 July 2012

STRATEGI PEMASARAN UNTUK PEMIMPIN, PENGIKUT, DAN PENCERUK PASAR


Strategi Pemimpin Pasar
Pemimin pasar merupakan perusahaan yang biasanya mengungguli perusahaan lain dalam perubahan harga, pengenalan produk baru, jangkauan distribusi, dan intensitas promosi. Pemimpin merupakan titik orientasi bagi para pesaing, suatu perusahaan baik untuk menantang, meniru , atau menghindarinya.
Ada beberapa strategi pemimpin pasar
Memperluas Pasar Keseluruhan
1.       Pemakai Baru
Setiap kelsa produk mempunyai potensi untuk menarik pembeli yang tidak peduli terhadap produk itu atau yang menolak produk itu karena harga atau tidak adanya atribut-atribut tertentu. Perusahaan paling sukses mengembangkan pemakai baru adalah shampo bayi Johnson&Johnson. Mula-mula mereka bingung karena angka kelahiran menurun, tetapi mereka mengamati ternyata anggota keluarga yang lainnya juga menggunakan shampo bayi. Manajemen Johnson&Johnson memutuskan melakukan melakukan kampanye iklan yang ditujukan orang dewasa. Shampo ini menjadi merk nomor satu dalam pasar shampo keseluruhan.
2.       Pengguna Baru
Pasar dapat diperluas melalui penemuan dan mempromosikan penggunaan-penggunaan baru suatu produk. Rata-rata orang india mengkonsumsi Prata –Sejenis kue dadar-, seminggu 2-3 kali. Produsen Prata akan mendapatkan keuntungan jika meraka dapat mempromosikan Prata dimakan pada suatu kesempatan lain sepanjang hari misalnya sebagai makanan ringan untuk meningkatkan frekuensi pemakainya.
3.       Pemakaian Tambahan
Strategi perluasan ketiga adalah meyakinkan masyaperluasan ketiga adalah meyakinkan masyarakat untuk menggunakan lebih banyak produk pada setiap kesempatan penggunaan.
Mempertahankan Pangsa Pasar
Selain berusaha memperluas, pemimpin pasar harus terus mempertahankan terhadap serangan pesaingnya. Aqua harus berjaga-jaga terhadap ades, Teh botol dengan Teh kita, Rinso terhasap So Klin.
1.       Pertahanan Posisi
Kebanyakan ide dasar pertahanan adalah membangun suatu benteng di sekeliling daerahnya yang tidak dapat diruntuhkan.
2.       Pertahanan Rusuk
Pemimpin pasar seharusnya tidak hanya menjaga daerahnya saja tetapi juga bergerak membuat penjagaan diluar  pos nya untuk melindungi sisi yang lemah atau ungkin digunakan sebagai basis invasi untuk serangan balik.
3.       Pertahanan Mendahului
Gerakan pertahanan yang lebih agresif adalah melakukan serangan terhadap musuh sebelum musuh mulai serangannya. Pertahanan ini menyatakan lebih baik mencegah dari pada mengobati.
4.       Pertahanan serangan balasan
Kebanyakan pemimpin pasar, ketika diserang, akan menanggapinya dengan serangan balasan. Pemimpin tidak dapat tinggal diam dalam menghadapi potongan harga, gemerlapnya promosi, perbaikan produk, atau invasi daerah penjualan yang dilakukan oleh pesaingnya.

5.       Pertahanan Bergerak
Melibatkan lebih banyak pemimpin yang secara agresif mempertahankan daerahnya. Pemimpin memperluas daerahnya masuk ke daerah baru yang dapat dijadikan pusat untuk bertahan dan menyerang di masa depan.
6.       Pertahanan Penciutan
Penciutan terencana bukan meninggalkan pasar, tetapi menutup daerah yang lebih lemah dan mengalihkan sumber dayanya untuk pasar yang lebih kuat.

Memperluas Pangsa Pasar
Pemimpin pasar dapat mengembangkan profitabioitas merka melalui meningkatkan pangsa pasar meraka. Perusahaan harus mempertimbangkan tiga faktor sebelum mengejar pangsa pasar secara membabi buta.
1.       Kemungkinan provokasi pesaing-pesaing yang iri berteriak “monopoli” jika perusahaan dominan terus naik pangsa pasarnya.
2.       Biaya ekonomi.
3.       Perusahaan dapat melakukan bauran pemasaran yang keliru dalam mengejar pangsa pasar yang lebih tinggi, sehingga tidak menaikkan laba.
Strategi Penantang Pasar
Penantang pasar merupakan perusahaan yang secara agresif mencoba memperluas pangsa pasarnya dengan menyerang pemimpin, perusahaan nomor dua, atau perusahaan kecil lainnya.
Menentukan Sasaran dan Lawan Strategik
Penantang pasar harus menentukan dulu sasaran strategiknya. Prinsip dasar tujuan militer mengatakan bahwa setiap operasi militer harus diarahkan ke sasaran yang jelas, tegas, dan dapat dicapai. Tujuan strategik dari kebanyakan pempin pasar adalah meningkatkan pangsa pasar mereka, memikirkan bahwa hal tersebut akan mengarah pada perolehan laba yang lebih tinggi.
Pada dasarnya penyerang dapat menyerang tiga jenis perusahaan:
1.       Menyerang pemimpin pasar
Strategi ini beresiko tinggi namun hasilnya dapat tinggi pula.
2.       Menyerang perusahaan sebanding yang tidak bekerja dengan baik dan keuangannya lemah.
3.       Menyerang perusahaan lokal atau kecil yang tidak baik dan keuangannya lemah.
Memilih Strategi Penyerangan
Titik awal dikenal sebagai prinsip massa, yang menyatakan bahwa daya tempur yang unggul harus dipusatkan pada waktu dan tempat yang tepat untuk tujuan yang tegas. Kita dapat membuat kemajuan dengan dengan membayangkan musuh yang menduduki suatu daerah pasar tertentu.
1.       Serangan Frontal
Penyerang dikatakan melakukan serangan frontal apabila ia mengerahkan besar-besaran kekuatannya untuk melawan musuhnya. Ia menyerang kekuatan musuh, bukan kelemahannya. Hasilnya tergantung pada siapa yang lebih kuat dan lebih tahan.
2.       Serangan Rusuk
Prinsip utama dari perang modern adalah pemusatan kekuatan melawan kelemahan. Penyerang mungkin menyerang pada sisi yang kuat untuk menyibukkan pasukan yang bertahan, tetapi kemudian melakukan serangan yang sesungguhnya di rusuk atau dibelakangnya yang tidak terduga oleh pasukan bertahan.
3.       Serangan Pengepungan
Adalah usaha untuk meraih daerah musuh melalui seerangan “kilat” terpadu. Dilakukan dengan melibatkan serangan besar dibeberapa sisi, sehingga musuh harus melindungi muka, sisi, dan belakang. Serangan pengepungan masuk akal bila penyerang memiliki sumber daya yang lebih baik.
4.       Serangan Menghindar
Merupakan serangn yang tidak langsung. Artinya, menghindari musuh dan menyerang pasar yang lebih mudah untuk memperluas basis sumber daya.
5.       Serangan Gerilya
Adalah pilihan lain yang ada di pasar penyerang, khususnya pasar yang lebih kecil yang mempunyai modal yang lemah. Perang gerilya terdiri dari bertempur dengan serangan kecil, seeangan terputus-putus pada daerah yang berbeda, dengan tujuan mengganggu mengacaukan musuh dan akhirnya menancapkan kakinya secara permanen ditempat tersebut.

Strategi-strategi Pengikut Pasar
Pengikut pasar adalah perusahaan nomor dua yang memilih untuk tidak menimbulkan gejolak, biasanya takut mengalami kerugian yang lebih banyak daripada mendapatkan keuntungan. Akan tetapi pengikut memiliki strategi untuk ikut aktif dalam pertumbuhan pasar.
Ada tiga strategi yang dibedakan:
1.       Penduplikat (cloner)
Cloner berusaha menyamai produk, distribusi, iklan, dan lainnya seperti yang dilakukan pemimpin pasar. Cloner yang ekstrim adalah pemalsu yang memproduksi produk pemimpin
2.       Peniru (Imitator)
Imitator meniru beberapa hal dari pemimpin tetapi menjaga diferensiasi dalam kemasan, iklan, penetapan harga, dan lain sebagainya.
3.       Pengubah (Adapter)
Adapter mengambil produk pemimpin dan mengubah dan sering pula memperbaiki produk tersebut. Adapter mungkin memilih menjual ke pasar yang berbeda dan menghindari konfrontasi langsung dengan pemimpin. Namun sering kali adapter tumbuh menjadi penantang masa depan.

Strategi Penceruk Pasar
Perusahaan lebih kecil umumnya menghindari persaingan melawan perusahaan lebih besar dengan mengarah kepada pasar kecil yang tidak menarik perusahaan besar.

Karakteristik ceruk pasar yang ideal:
1.       Ceruk merupakan suatu ukuran dan daya beli yang cukup untuk mendapatkan keuntungan.
2.       Ceruk mempunyai potensi pertumbuhan.
3.       Ceruk tidak menarik pesaing-pesaing utama.
4.       Perusahaan memiliki keahlian dan sumber daya yang diperlukan untuk melayani ceruk dalam model superior.
5.       Perusahaan dapat mempertahankan dirinya sendiri melawan serangan pesaing utama melalui goodwill pelanggan yang telah dibangun.

Penceruk mempunyai tiga tugas:  menciptakan ceruk, memperluas ceruk, melindungi ceruk. Sebagai contoh, Nike, Produsen sepatu olahraga, secara konstan menciptakan ceruk baru dengan mendesain sepatu kusus untuk olahraga dan berbagai kegiatan seperti naik gunung, bersepeda, dll. Kemudian Nike memperluas dengan mendesain versi dan merk yang berbeda. Akhirnya Nike harus melindungi posisi kepemimpinannya ketika pesaing-pesaing baru memasuki ceruk.
Baca Selanjutnya >>

Mengelola Produk


Keputusan Dalam Produk
Pemasar perlu mengelola produk dalam tiga tingkatan keputusan produk dan jasa: keputusan produk dan jasa individu, keputusan lini produk, dan keputusan bauran produk. Ketiga putusan pada tiga tingkatan tersebut perlu dikelola secara integratif, sehingga terdapat efisiensi pengelolaan produk.
Keputusan Produk dan Jasa Individu
Produk pada tingkat individu adalah pengertian produk pada tingkat merek. meliputi:
1.       Atribut produk, pengembangan suatu produk perlu dilakukan dengan mendefinisikan manfaat yang akan ditawarkan, yang dikomunikasikan dan disampaikan melalui atribut produk, seperti kualitas, fitur, serta gaya dan desain. Atribut produk dapat digambarkan sebagai berikut:

    
2.       Pengemasan
Adalah aktifitas merancang dan memproduksi pembungkus suatu produk. Pembungkus terdiri dari pembungkus primer dan pembungkus sekunder. Dalam mengelola aspek pembungkus, pemasar perlu menjaga fungsi pembungkus untuk memberikan keamanan kepada produk, mampu mempromosikan produk, dan kemudahan penyimpanan dan pengangkutan. Pengemasan pada saat ini juga menjadi alat untuk meningkatkan keunggulan kompetitif suatu produk.
3.       Pelabelan.
Adalah informasi yang tertulis dalam pembungkus produk. Pemasar perlu mengetahui bagaimana mengelola label, akan dapat bermanfaat maskimal kepada produk dan bagi konsumen. Label bisa dibuat sederhana, namun bisa juga sangat komplek tergantung pada produk dan konsumen. Label biasanya menggambarkan beberapa hal tentang produk, misalnya: siapa yang membuatnya, dimana dibuat, kapan dibuat, kandungannya, cara pemakaian, dan bagaimana menggunakan produk dengan aman. Label halal perlu dicantumkan agar konsumen muslim terlindungi.
4.       Pelayanan pendukung produk.
Adalah elemen lain dalam strategi produk pendukung yang bisa menjadi bagian kecil atau besar dari keseluruhan penawaran. Pelayanan pendukung dimaksudkan sebagai pendukung bagi keseluruhan penawaran produk, yang meliputi: garansi, layanan purna jual, instalasi, call centre.

Mengelola merek: Membangun Identitas yang Kuat
Pemasaran produk saat ini memerlukan merek sebagai alat untuk memberikan identitas suatu produk. Dengan memiliki merek, produk bisa dikenali, dibedakan, dan diidentifikasi lebih mudah. Produk juga bisa dilindungi hak-hak hukumnya, sehingga pasar bisa lebih aman memiliki produk. Persaingan dalam emasarkan produk yang ketat saat ini, menjadikan merek sebagai alat untuk meningkatkan keunggulan kompetitif suatu produk. Saat ini sebagian besar produk yang ditawarkan  di pasara memiliki merek yang jelas.
*        Merek sekurangnya dapat memberikan arti dan citra dalam empat kategiri, yaitu:
1.       Atribut. Yaitu makna merek yang mencerminkan atribut produk tertentu. Motor Honda dengan “Irit Bahan bakar”, Yamaha dengan “bandel”
2.       Manfaat, yaitu makna merek yang berhubungan dengan manfaat fungsional maupun manfaat emosional. Aqua dengan manfaat “sehatnya nyata”, lifeboy dengan “Sabun Kesehatan”
3.       Nilai, yaitu makna merek terkait nilai tertentu yang dicari pasar, contoh: Mobil Kijang adalah “Mobil Keluarga”
4.       Personalitas, yaitu makna merek personalitas tertentu yang bernilai bagi pasar. Mobil BMW dengan personifikasi mobil para eksekutif, extra joss minuman lelaki.

Ekuitas Merek
Adalah nilai dari merek berdasarkan tingkat dimana merek memiliki konsumen loyal, memberikan kualitas yang tinggi, memiliki asosiasi yang kuat, dan memiliki aset lain yang ada dalam merek. Merek dengan ekuitas tinggi tertentu akan dicari banyak konsumen, bahkan mereka mau berkorban lebih dari biasanya. Pasar mudah mengingat merek tersebut dan memiliki citra dan asosiasi positif. Orang bangga menggunakan merek tersebut. Jika ini terjadi maka produk akan memiliki pembeli potensial yang tinggi, yang berarti permintaannya tinggi.
    Membangun Merek yang kuat
       Membangun merek yang kuat dan sukses dipasar, memerlukan serangkaian aktvitas yang harus dilalui. Langkah-langkah tersebut dapat dilihat dalam skema berikut:
Mengelola Siklus Hidup Produk
Siklus hidup produk adalah tahapan yang dilalui oleh suatu produk dari pertama kali dipasarkan hingga akhir masa hidup produk. Setiap produk mengalami siklus hidup produk, yang mencakup lima tahapan berbeda, yaitu tahap pengembangan, perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap pendewasaan dan tahap penurunan. Tahapan ini adalah tahapan yang umumnya terjadi pada sebagaian besar produk yang terdeskripsi

Pengembangan Produk
Pengembangan suatu produk dimulai saat perusahaan menemukan dan mengembangkan ide produk baru. Selama pengembangan produk, penjualan masih nol dan biaya investasi perusahaan dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan. Dalam masa pengembangan, produk masih dikerjakan oleh bagian riset dan pengembangan dan belum dikonsumsikan kepada pasar.

*        Tahap Perkenalan
*        Tahapan ini dilalui pada saat produk dijual pertama kali di pasar. Pada tahap ini ditandai dengan pertumbuhan penjualan yang masih lambat dan jumlah penjualan yang masih kecil dan perusahaan belum mendapatkan keuntungan oleh karena pengeluaran yang besar untuk memperkenalkan produk dibanding penjualan yang masih kecil. Biaya relatif tinggi.
*        Tahap pertumbuhan
*        Tahap pertumbuhan adalah tahapan kehidupan produk yang ditandai dengan tingginya pertumbuhan penjualan, dan perusahaan sudah mulai mendapatkan laba.  Biaya pemasaran menurun, laba yang dihasilkan meningkat. Pasar dimaksimalkan agar dicapai jumlah pembeli yang besar.
*        Tahap pendewasaan
*        Tahap pendewasaan adalah periode yang ditandai melambatnya pertumbuhan penjualan dikarenakan produk telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial, dimana pembeli potensial telah menjadi pembeli aktual produk. Keuntungan cenderung meurun, karena meningkatnya pengeluaran pemasaran untuk mempertahankan produk dalam persaingan.
*        Tahap penurunan
*        Adalah tahapan kehidupan produk dimana ditandai penjualan yang mulai menurun dan keuntungan jatuh. Struktur biaya perpelangganan menjadi rendah, pembeli produk adalah pelanggan lama, dan persaingan menurun. Pada tahap ini pemasar mengurangi pengeluaran danmemaksimalkan pendapatan dari merek. Produk yang tidak produktif ditinggalkan, harga dipotong, distribusi menjadi selektif mengikuti penurunan penjualan , iklan diupayakan untuk mempertahankan pelanggan inti yang setia, dan promosi penjualan dikurangi pada tingkat minimal.



Baca Selanjutnya >>

Saturday, 12 May 2012

ANATOMI MATA


Anatomi Organ Mata
Mata atau organon visus secara anatomis terdiri dari Occulus dan alat tambahan (otot-otot) di sekitarnya. Occulus terdiri dari Nervus Opticus dan Bulbus Occuli yang terdiri dari Tunika dan Isi. Tunika atau selubung terdiri dari 3 lapisan, yaitu : 1. Tunika Fibrosa (lapisan luar), terdiri dari kornea dan sclera 2. Tunika Vasculosa (lapisan tengah) yang mengandung pembuluh darah, terdiri dari chorioidea, corpus ciliaris, dan iris yang mengandung pigmen dengan musculus dilatator pupillae dan musculus spchinter pupillae. Tunika Nervosa (lapisan paling dalam), yang mengandung reseptor teridir dari dua lapisan, yaitu : Stratum Pigmenti d dan Retina (dibedakan atas Pars Coeca yang meliputi Pars Iridica dan Pars Ciliaris; Pars Optica yang berfungsi menerima rangsang dari conus dan basilus Isi pada Bulbus Oculli terdiri dari : a. Humor Aques, zat cair yang mengisi antara kornea dan lensa kristalina, dibelakang dan di depan iris. b. Lensa Kristalina, yang diliputi oleh Capsula Lentis dengan Ligmentum Suspensorium Lentis untuk berhubungan dengan Corpus Ciliaris. c. Corpus Vitreum, badan kaca yang mengisi ruangan antara lensa dengan retina. Anatomy Mata
Reseptor di Mata
Reseptor penglihatan adalah sel-sel di conus (sel kerucut) dan basilus (sel batang). Conus terutama terdapat dalam fovea dan penting untuk menerima rangsang cahaya kuat dan rangsang warna. Sel-sel basilus tersebar pada retina terutama di luar makula dan berguna sebagai penerima rangsang cahaya berintensitas rendah. Oleh karena itu dikenal dua mekanisme tersendiri di dalam retina (disebut dengan Teori Duplisitas), yaitu :
a. Penglihatan Photop, yaitu mekanisme yang mengatur penglihatan sinar pada siang hari dan penglihatan warna dengan conus
b. Penglihatan Scotop, yaitu mekanisme yang mengatur penglihatan senja dan malam hari dengan basilus
Jalannya Impuls di Mata
Manusia apat melihat karena ada rangsang berupa sinar yang diterima oleh reseptor pada mata. Jalannya sinar pada mata adalah sebagai berikut :
Impuls yang timbul dalam conus atau basilus berjalan melalui neuritnya menuju ke neuron yang berbentuk sel bipoler dan akhirnya berpindah ke neuron yang berbentuk sel mutipoler. Neurit sel-sel multipoler meninggalkan retina dan membentuk nervus opticus. Kedua nervus opticus di bawah hypothalamus saling bersilangan sehingga membentuk chiasma nervus opticus, yaitu neurit-neurit yang berasal dari sebelah lateral retina tidak bersilangan. Tractus Opticus sebagian berakhir pada colliculus superior, dan sebagian lagi pada corpus geneculatum lateral yang membentuk neuron baru yang pergi ke korteks pada dinding fissura calcarina melalui capsula interna. Pada dinding fisura calcarina inilah terdapat pusat penglihatan.
Gambar Conus Mata
Gambar Impulse Mata
Visus (Ketajaman Penglihatan)
Untuk dapat melihat, stimulus (cahaya) harus jatuh di reseptor dalam retina kemudian diteruskan ke pusat penglihatan (fovea centralis). Untuk dapat melihat dengan baik perlu ketajaman penglihatan. Ketajaman penglihatan inilah yang disebut visus. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan visus adalah :
a. Sifat fisis mata, yang meliputi ada tidaknya aberasi (kegagalan sinar untuk berkonvergensi atau bertemu di satu titik fokus setelah melewati suatu sistem optik), besarnya pupil, komposisi cahaya, fiksasi objek, dan mekanisme akomodasinya dengan elastisitas musculus ciliarisnya yang dapat menyebabkan ametropia yang meliputi :
1) Myopia, sinar sejajar axis pada mata tak berakomodasi akan memusat di muka retina, sehingga bayangan kabur. Dapat disebabkan oleh :
- axis terlalu panjang
- kekuatan refraksi
lensa terlalu kuat
2) Hypermetropia, sinar sejajar axis pada mata yang tak berakomo- dasi akan memusat di belakang retina, sehingga bayangan kabur. Dapat disebabkan oleh :
- axis bola mata terlalu Pendek
- kekuatan refraksi lensa kurang kuat
Gambar Mata Normal Gambar Mata Myopi (rabun) Gambar Penglihatan Rabun
Gambar Hypermetropia
3) Astigmatisma, kesalahan refraksi sistem lensa mata yang biasa-nya disebabkan oleh kornea yang berbentuk bujur sangkar atau jarang-jarang, dan lensa yang berbentuk bujur).
b. Faktor stimulus, yang meliputi kontras (terbentuknya bayangan benda yang berwarna komplemennya), besar kecilnya stimulus, lamanya melihat, dan intensitas cahaya.
c. Faktor Retina, yaitu makin kecil dan makin rapat conus, makin kecil minimum separable (jarak terkecil antara garis yang masih terpisah).
Mengukur Visus (Ketajaman Penglihatan)
Untuk mengetahui visus adalah dengan menggunakan suatu pecahan matematis yang menyatakan perbandingan 2 jarak, yang juga merupakan perbandingan ketajaman penglihatan seseorang dengan ketajaman penglihatan orang normal. Dalam praktek digunakan optotype dari Snellen
Gambar Astigmatisma
V = d / D
keterangan,
V= Visus d = jarak antara optotype dengan subjek yang diperiksa D = jarak sejauh mana huruf-huruf masih dapat dibaca mata normal
Rumus Mengukur Visus
Punctum Proximum
Visus berkaitan erat dengan mekanisme akomodasi seperti yang telah disebutkan di atas, adanya kontraksi akan menyebabkan peningkatan kekuatan lensa, sedangkan relaksasi menyebabkan pengurangan kekuatan, Akomodasi memiliki batas maksimum, jika benda yang telah fokus didekatkan lagi, maka bayangan akan kabur. Titik terdekat yang masih dilihat jelas oleh mata dengan akomodasi maksimum disebut punctum proximum (PP).
Punctum Remotum
Titik terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas tanpa mata berakomodasi adalah tidak terbatas. Kondisi ini disebut dengan punctum remotum (PR).
Ketuaan, Rabun Dekat, dan Penyakit Katarak
Makin tua usia seseorang, makin jauh jarak PP; disamping itu elastisitas lensa juga berkurang dan daya mencembung juga berkurang (disebut PRESBYOPIA atau Mata Tua—Rabun Dekat??). Berkurangnya elastisitas oleh proses penuaan adalah akibat terjadinya kalsifikasi (pengapuran). Endapan-endapan kapur ini menghambat elastisitas mata. kalsifikasi ini juga dapat menyebabkan katarak pada kornea.
Amplitudo Akomodasi
Dalam akomodasi juga terdapat Amplitudo Akomodasi (AA), yaitu jarak benda yang dapat dilihat jelas yaitu yang terletak diantara kekuatan refraksi dinamis (PP) dan kekuatan refraksi statis (PR). pada presbyopia, AA berkurang karena kekuatan refraksi dinamisnya berkurang.
Gambar Orang Tua (Ketuaan)
Gambar Presbiopi
Melihat Warna
Penglihatan warna sangat dipengaruhi oleh tiga macam pigmen di dalam sel kerucut sehingga sel kerucut/conus menjadi peka secara selektif terhadap berbagai warna biru, merah, dan hijau.
Banyak teori berbeda diajukan untuk menjelaskan fenomena penglihatan, tapi biasanya teori-teori itu didasarkan pada pengamatan yang sudah dikenal dengan baik, yaitu bahwa mata manusia dapat mendeteksi hampir semua gradasi warna bila cahaya monokromatik merah, hijau, dan biru dicampur secara tepat dalam berbagai kombinasi.
Teori Young-Helmholtz
Teori penting pertama mengenai penglihatan warna adalah dari Young, yang kemudian dikembangkan dan diberi dasar eksperimental yang lebih mendalam oleh Helmholtz. Menurut teori ini ada tiga jenis sel kerucut yang masing-masing beraksi secara maksimal terhadap suatu warna yang berbeda. Oleh sebab itu menurut teori ini ada 3 macam conus, yaitu :
1. Conus yang menerima warna hijau
2. Conus yang menerima warna merah
3. Conus yang menerima warna violet
Ketiga macam conus itu mengandung zat photokemis yaitu substansi yang dapat dipecah oleh sinar matahari. Jika ketiga macam conus itu mendapat rangsang bersama-sama, maka terlihatlah warna putih. Warna-warna lain adalah kombinasi dari 3 warna dasar itu dengan perbandingan berbeda-beda. Contohnya cahaya monokromatik merah dengan panjang gelombang 610 milimikron merangsang kerucut merah ke suatu nilai rangsang sebesar kira-kira 0.75 (76% dari puncak perangsangan pada panjang gelombang optimum), sedangkan ia merangsang kerucut hijau ke suatu nilai rangsang sebesar kira-
Gambar Gradasi Warna Gambar Kombinasi Warna Dasar dengan Putaran Maxwell
kira 0.13 dan kerucut biru sama sekali tidak dirangsang. jadi rasio perangsangan dari ketiga jenis conus dalam hal ini adalah 75 : 13 :0, sehingga sistem saraf menafsirkan kelompok rasio ini sebagai sensasi merah. Unsuk sensasi biru, kelompok rasionya adalah 0 : 14 : 86; untuk sensasi jingga tua-kuning , kelompok rasionya 100 : 50 : 0; untuk sensasi hijau, kelompok rasionya 50 : 85 : 15, demikian seterusnya.
Buta Warna Total dan Partial
Ada suatu kondisi dimana seseorang tidak dapat melihat warna sama sekali. Cacat tersebut dinamakan buta warna yang mempenagruhi total maupun sebagian kemampuan individu untuk membedakan warna. Variasi dari buta warna yang dibawa sejak lahir cukup nyata, antara lain :
a) Akromatisme atau Akromatopsia, adalah kebutaan warna total dimana semua warna dilihat sebagai tingkatan warna abu-abu
b) Diakromatisme, adalah kebutaan tidak sempurna yang menyangkut ketidakmampuan untuk membedakan warna-warna merah dan hijau. Untuk kesimpangsiuran warna ini ada tiga tipe, yaitu :
- Deutrinophia, yaitu orang yang kehilangan kerucut hijau sehingga ia tidak dapat melihat warna hijau
- Protanophia, yaitu orang yang kehilangan kerucut merah sehingga ia buta warna merah
- Tritanophia, yaitu kondisi yang ditandai oleh ketidakberesan dalam warna biru dan kuning dimana conus biru atau kuning tidak peka terhadap suatu daerah spektrum visual
Gambar Buta Warna Total (hanya melihat hitam-putih)
Gambar Deutronophia (tidak melihat warna hijau)
Gambar Protanophia
(tidak melihat warna merah)
Teori Hering tentang Buta Warna Menurut Hering, buta warna partial disebabkan karena orang tidak mempunyai substansi warna merah-hijau (daltonis). Umumnya orang menderita buta warna merah-hijau, sedangkan buta warna kuning-hitam jarang terjadi, juga penderita buta warna yang total jarang terjadi karena itu jarang ada individu yang tidak mempunyai substansi fotochemis sama sekali.
Hering juga menyatakan bahwa ada 3 macam substansi fotochemis yang memiliki 6 macam kualitas dan dapat memberikan 6 macam sensasi. Substansi ini dapat dipecah dan dapat dibangun oleh rangsang-rangsang tertentu. Ke-2 macam substansi itu adalah :
- Substansi putih/hitam
- Substansi merah/hijau
- Substansi kuning/biru
Kalau terlihat warna putih, berarti semua gelombang sinar dipantulkan, sedangkan kalau melihat warna hitam berarti semua gelombang sinar dihisap (diabsorpsi).
Keberatan terhadap Teori Hering
Ada keberatan-keberatan terhadap teori Hering karena tidak sesuai dengan doktrin energi spesifik. Dalam doktrin energi spesifik, tiap satu reseptor hanya
Gambar Protanophia (tidak melihat warna biru dan kuning)
dapat menerima satu macam rangsang yang tetap dan hanya dapat memberikan satu sensasi yang tepat. Sedangkan dalam teori Hering, satu substansi dianggap dapat mengadakan 2 sensasi warna.
Baca Selanjutnya >>